Mengatasi Gigi Sensitif

Bila mengalami keluhan gigi terasa ngilu-linu bila minum air dingin, ketika bernafas/pada saat musim dingin atau ketika mengunyah makanan, terhadap rasa asam/manis. Keluhan-keluhan itu mencirikan gigi anda termasuk sensitif.

Keadaan ngilu pada gigi ini bisa terjadi pula antara lain pada saat mengunyah makanan, menyikat gigi dan karena udara dingin, dan sensasi rasa (misal : rasa asam). Terkadang ngilu sesaat, tapi bisa juga berkepanjangan.

Gigi sensitif merupakan istiluh umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel. penurunan gusi dan terbukanva dentin, sebuah lapisan di bawah enamel. Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi, nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap; ada yang sementara dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Dua tipe yang berpengaruh terhadap sensasi gigi sensitif:

1. Dentin sensitif terjadi jika lapisan tengah gigi (dentin) terbuka/tereskpos.

2. Pulpa sensitif: terjadi jika pulpa gigi memberkan rangsangan/stimulus.

Gigi Sensitif

Ada beberapa penyebab gigi sensitif, antara lain : Kebiasaan mcnggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.

Oral hygicne/keadaan rongga mulut yang buruk penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan "rumah" tinggalnya berjuta juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak "segar"..

Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia) dahat pula terjadi pada individu-individu tertentu. Keadaan ini pun akan menjadikan gigi menjadi sensitif. Food impaksi/penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan gigi dengan gigi/kontak gigi. Sisa makanan ini menyusup masuk melalui leher gigi dan sulit terjangkau sikat gigi sehingga akan sulit dibersihkan, lama kelamaan pecnumpukannya akan semakin banyak, menekan saku gusi semakin dalam dari keadaan normal.

Selain itu tindakan bleaching (pemutihan gigi) bisa membuat lapissan email menjadi tipis dan akhirnya membuat gigi sensitit; gigi retak atau pecah. karies gigi, tambalan gigi yang bocor, dan penyakit periodontal.


Penanganan

Penanganan yang terbaik adalah dengan pencegahan. Untuk mecegah timbulnya gigi sensitif dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitua mcngurangi tekanan berlebih saat menggosok gigi, memakai sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang tidak keras dan menggosok gigi dengan cara yang benar. Kebanyakan orang yang mengalami kasus-kasus di atas dikarenakan kebiasaan menggosok gigi yang salah, yaitu dengan memberikan tekanan berlebih saat menggosok gigi.Harapannya dengan memberikan tekanan berlebih akan diperoleh gigi putih bersih tapi yang didapat adalah penurunan gusi (resesi gigiva) sehingga akaar giginya akan terlihat atau bahkan timbul lubang gigi pada akar gigi di sekitar leher gigi.

Harus diingat, bahwa lamanya menggosok yang dianjurkan adalah antara 2-3 menit dan mnenjangkau semua permukaan gigi, menggunakan sikat gigi yang memenuhi syarat serta cara menggosok yang benar dengan menggunakan pasta gigi yang sesuai selera. Kebanyakan waktu menggosok gigi kurang dari 45 detik, sungguh waktu yang sangat singkat untuk memperoleh hasil kebersihan gigi dan mulut yang optimal. Dengan waktu munggosok gigi yang sangat singkat tentunya ada daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh sikat gigi sehingga menimbulkan pengendapan atau penumpukan sisa-sisa makanan sehingga timbullah apa yang disebut plak atau karang gigi.

Kebiasaan menggosok gigi seperti di atas sangat sulit dihilangkan. Tetapi apapun alasannya kebiasaan buruk tersebut harus dihilangkan.

Bila sulit menghilangkan kebiasaan tersebut, disarankan meneggunakan sikast agigi elektrik (electric tooth brush/ plaque remover). Pada sikat gigi elektrik terdapast "sensor" tekanan, yang berfungsi menghentikan gerakan sikat gigi bila terjadi tekanan berlebih saast menggosok gigi. Atau menggunakan model sikat gigi elektrik lain yang memberikan lampu peringatan/bunyi ketika menggosok gigi terlalu kuat.

Gigi sensitif dapat diatasi dengan melakukan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya dan keadaan yang terjadi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan bagi penderita yang mempunyai gigi sensitif adalah:Menghilang-kan kebiasaan buruk menggosok gigi dengan tekanan berlebih.

Menggosok gigi dengan cara dan waktu yang tepat. Memakai jenis bulu sikat gigi yang lunak/soft tidak menggunakan bulu sikat yang sudah rusak. Menggunakan pasta gigi yang mengandung zat strontium chloride/ potassium nitrate/ fluoride atau berkumur-kumur dengan obat kumur yang mengandung zat-zat di atas.

Menurut para peneliti zat ini mampu membentuk ikatan kristalisasi serta menutupi porus-porus pada permukaan mahkota gigi yang banyak pembuluh syaraf (tubuh dentin)/ permukaan akar gigi yang terbuka, sehingga dapat menghilangkan keluhan-keluhan gigi sensitif.

Perbaikan tambalan yang sudah rusak, penutupan/perlindungan terhadap pori-pori dentin yang terbukaljaringan saraf gigi,rawat saluran akar gigi (endodontic), bedah gusi/jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi). Pada keadaan akar gigi yang terbuka/sudah timbul lubang pada leher gigi seyogyanya dilakukan penambalan. Yada kasus mahkota gigi/email gigi tipis (hypoplasia enamel) biasa dibuatkan mahkota.jaket.

Menggunakan compound oxalate atau dengan bonding agent untuk menutupi porusporus/tubuh dentin. Selain itu, sebaiknya Makan dengan gizi yang seimbang, kaya gandum murni, buah dan sayurdan tambahkan sayur saat makan daging untuk memproduksi air liur dan komposisi nutrisi harus mengandung kalsium, fosfat, protein guna meremineralisasi kondisi kesehatan mulut dan gigi.

Dengan mengubah kebiasaan yang salah, menjaga kebersihan gigi dan mulut dan mengatasi penyebab dari gigi sensitif tersebut maka keluhan akan berkurang atau bahkan hilang. Jika dibiarkan terus menerus bisa menjadi masalah yang serius dan sangat menganggu aktivitas.

Oleh : drg.Ernawati Lubis 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar